Rabu, 28 Maret 2018

Skenario Film Non Fiksi Masihkah ada waktu?

MASIHKAH ADA WAKTU?

SINOPSIS :
“Cerita ini tentang 2 anak laki yang mempunyai kepribadian yang berbeda Denta & Amir sebut saja namanya. Denta adalah teman dekat amir dari kecil mereka berdua selalu bersama, sehingga banyak yang mengira mereka seperti adik kakak yang berbeda orang tua, mengapa karena mereka kemana-mana selalu bersama. Tiba pada suatu saat amir & denta memasuki usia-usia remaja yang dimana didalamnya banyak hal-hal yang ingin tahu lebih dalam dan ingin banyak mencoba-mencoba hal-hal yang belum biasa dicoba.
Tiba pada suatu hari amir bertemu dengan teman lamanya juga sebut saja coki, manaf, nadif, tama, dan ayu. Mereka semua juga teman-temannya amir tetapi mereka sangat berbeda dengan denta mereka berlima adalah anak-anak yang nakal dan tidak berpendidikan yang kesehariannya suka berbuat onar di kampung & membuat kesal masyarakat kampung.
Pada hari itu amir & denta sedang pulang menuju rumahnya, tetapi saat di pertengahan jalan bertemu dengan coki dan teman-temannya mereka pun memanggil amir, tetapi awalnya amir tidak mengenali mereka lantaran amir jarang main dengan mereka karena mereka anak-anak yang bandel & nakal amir tidak di bolehkan oleh orang tuanya main sama anak-anak yang bandel dan nakal.
Setelah bertemu dengan teman lamanya sifat amir sedikit berubah dari biasanya, biasanya di kelas dia yang paling aktif dalam kegiatan belajar tetapi kali ini menjadi pemurung dan suka marah-marah di kelas sama teman-temannya dan juga sering berkata kasar kepada ibunya.
®Apakah yang terjadi pada amir?
®Dan apakah yang akan Amir alami untuk kedepannya?
®Ikuti kisahnya dalam MASKIHKAH ADA WAKTU?”



1. INT Estabes Rumah Amir (Pagi)
2. INT Rumah Amir (Pagi)
Terlihat di sebuah lingkungan rumah yang begitu ramai, tinggal seorang anak yang bernama Amir dia hidup bersama Ibunya yang bernama Ibu Fatimah. Amir dikenal dengan anak yang nakal dan suka melanggar peraturan di sekolah.
Amir
Bu bu.. Amir berangkat sekolah dulu ya bu
Bu Fatimah
Ohh iya nak, hati-hati di jalan ya
Amir
Assalamu’alaikum
Bu Fatimah
Walaikum salam nak
“VO Bu Fatimah”
Ya Allah berikanlah anakku pemahaman dalam belajarnya mudahkanlah rezekinya dan jadikanlah dia anak yang bisa menjadi kebanggan buat agamanya.
Cut to
3. EXT Dalam Kelas (Pagi)
Suasana kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, dan amir mengerjakan soal yang di berikan Pak Rizal di papan tulis.
Pak Rizal
Ayo anak anak keluarkan buku kalian kali ini kita akan belajar Matematika
Anak Kelas
Baik pak…
Waktu pulang pun tiba, seperti biasa Amir & Denta pulang bareng karena rumah mereka berdektan satu sama lain hanya berbeda gang saja.
Cut to
4. EXT Jalanan Rumah (Sore)
Saat Denta & Amir melewati jalan dekat rumahnya ada 5 orang yang memanggil amir tidak lain mereka adalah teman lamanya amir yang bernama Coki, Tama, Ayu, Manaf, Nadif. Mereka pun memanggil Amir,dan amir pun menghampiri temannya.
Coki
Ehh mir mau kemana lu?
Amir heran, siapa yang memanggilnya, dan bertanya kepada Denta.
Amir
Siapa itu ya??
Denta
Lah, engga tauu. Temen lu kali?
Kemudian, Amir menghampirinya. Dan ternyata mereka adalah teman lamanya.
Coki
Gimana temen lu?
Amir
Udah, balik sendiri dia.
Nadif
Ikut kita yuk kebawah?
Amir
Mau kemana si?
Coki
Udah ikut aja, nanti juga tau.
Setelah itu, Amir pun pergi bersama mereka.
Cut to

6. INT Tempat Tongkrongan (Sore)
Tibalah mereka di tempat mereka biasa nongkrong dulu.
Amir
Hmmm, jadi sekarang lu pada nongkrong dimari?
Bukannya sekolah lu pada.
Coki
Buat apa sekolah? Udah ada presiden.
Tuh, dia aja engga sekolah. Sukses.
Yaa makanya gww bilang, nih cobain!!
Amir
Apaan nih? Engga Ah!!
Amir pun menerima apa yang diberikan oleh Coki. dan tak lama kemudian ia kehilangan kesadarannya dan tertidur sampai keesokan harinya.
7. INT Rumah Amir (Pagi)
Ketika pagi hari, Amir pun pulang dengan keadaan setengah sadar, ia mengetuk pintu.
Amir
Bu.. Buuu. Bu (sambil mengetuk pintu dengan keras)
Bu Fatimah
Kamu dari mana aja nak?? Ko baru pulang sih?
Amir
Ahh, minggir ah!!!
 (dengan nada membentak, memaksa masuk dan mengabaikan ibunya)
 Bu Fatimah
Hey, dari mana itu?
(sambil memiringkan badannya, memberikan jalan kepada anaknya untuk masuk kerumah)
Dia pun berangkat sekolah dalam keadaan setengah  sadar.
Cut to
8. INT Kelas (Pagi)
Saat ujian sedang berlangsung amir meminta izin kepada pengawas dengan alasan ingin pergi ke kamar mandi.
Amir
Pak izin kekamar mandi.
Denta
Mau kemana luh?
Amir
Bentar ke belakang dulu gua
Sesampainya di kamar mandi amir kembali menggkonsumsi Narkoba.
9. INT Kelas (Jam Istirahat )
Sesampainya di kelas, dia murung, cenderung pasif, tingkat emosinya meningkat, lebih sering menyendiri dan tidak berbaur dengan teman-temannya disekolah.
  Anak Kelas
Ehh bro, lu kenapa sii? Diem aja kerjaan lu?? Ada masalah apa lu??
Amir
Brisik banget lu ya!! Suka suka gw dong!!!
(dengan nada penuh emosi, amir mendorong temannya)


Denta
Mir.. Mirr, Ngapa si lu?
Amir
Udah ah! Gw lagi pengen sendiri!!
(pergi meninggalkan Denta)
Denta
Ehh, mau kemana lu?? Gua belum selesai ngomong!!!
Amir pun pergi meninggalkan denta di depan kelas
Cut to
10. Kamar Bu Fatimah (Siang)
Disaat ibunya sedang memasak, amir pun masuk ke dalam kamar ibunya dan mencari uang di dalam lemari ibunya, dia pun berhasil menemukannya. Tidak lama setelah uang di lemari berhasil amir ambil ibunya pun memergoki amir yang sedang memegang uang dan perhiasan ibunya.
Bu Fatimah
Nak.. apa yang sedang kamu lakukan di lemari ibu???
Amir
Engga bu, engga ada apa apa!
(Kaget, dan bergegas mendorong ibunya ke kasur)
Ibu Fatimah pun terjatuh ke kasurnya, dan amir pun pergi meninggalnya ibunya, amir pergi ke tempat tongkrongan untuk menemui teman-temannya.
Crowded “Akibat perbuatan Amir, Bu Fatimah terkena serangan jantung tiba-tiba”
Cut to
11. Rumah Sakit (Malam)
Setelah mendapat kabar dari Moudy amir langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi ibunya.
Denta
Yaudah luh sekarang telpon amir deh
Moudy
Iya ini gue telpon dulu dah si amirnya
Moudy pun menelpon amir
Denta
Gimana Moudy bisa ga di hubungi amirnya?
Amir pun tiba di rumah sakit, ternyata ibunda amir sudah tidak bernapas lagi.     
Denta
Luh kemana aja, liat ibu luh tuh
Amir pun langsung menghampiri ibunya dan menangisi kepergian ibunya.
Denta
Ibu ibu.. bangun jangan tinggalin amir
Amir pun bersedih karena telah kehilangan sosok yang begitu berharga bagi hidupnya, amir pun berharapa andai saja waktu dapat di ulang amir berjanji akan berusaha memperbaiki semua kesalahan-kesalahannya kepada ibunya & orang-orang yang telah disakitinya.
Cut to

“TAMAT”








Rabu, 07 Maret 2018

Di buka untuk promo

Ayo bagi kalian yang ingin membuat web dan editing-editing atau yang lainnya silahkan hubungi no yang tertera ya

Contak Person:
089638178156 (Agung)

Terima Kasih








Skenario Film non fiksi Doa Orang Tuaku

Film Non Fiksi Doa Orang Tuaku Writing Agung Dewi Yanto (Sanggar Ananda) Pemain : 1. Alif (PU)                               3. Ay...