MASIHKAH ADA WAKTU?
SINOPSIS :
“Cerita ini tentang 2 anak laki
yang mempunyai kepribadian yang berbeda Denta & Amir sebut saja namanya.
Denta adalah teman dekat amir dari kecil mereka berdua selalu bersama, sehingga
banyak yang mengira mereka seperti adik kakak yang berbeda orang tua, mengapa
karena mereka kemana-mana selalu bersama. Tiba pada suatu saat amir & denta
memasuki usia-usia remaja yang dimana didalamnya banyak hal-hal yang ingin tahu
lebih dalam dan ingin banyak mencoba-mencoba hal-hal yang belum biasa dicoba.
Tiba pada suatu hari amir bertemu
dengan teman lamanya juga sebut saja coki, manaf, nadif, tama, dan ayu. Mereka
semua juga teman-temannya amir tetapi mereka sangat berbeda dengan denta mereka
berlima adalah anak-anak yang nakal dan tidak berpendidikan yang kesehariannya
suka berbuat onar di kampung & membuat kesal masyarakat kampung.
Pada hari itu amir & denta
sedang pulang menuju rumahnya, tetapi saat di pertengahan jalan bertemu dengan
coki dan teman-temannya mereka pun memanggil amir, tetapi awalnya amir tidak
mengenali mereka lantaran amir jarang main dengan mereka karena mereka
anak-anak yang bandel & nakal amir tidak di bolehkan oleh orang tuanya main
sama anak-anak yang bandel dan nakal.
Setelah bertemu dengan teman
lamanya sifat amir sedikit berubah dari biasanya, biasanya di kelas dia yang
paling aktif dalam kegiatan belajar tetapi kali ini menjadi pemurung dan suka
marah-marah di kelas sama teman-temannya dan juga sering berkata kasar kepada
ibunya.
®Apakah yang terjadi pada amir?
®Dan apakah yang akan Amir alami
untuk kedepannya?
®Ikuti kisahnya dalam “MASKIHKAH ADA WAKTU?”
1. INT
Estabes Rumah Amir (Pagi)
2. INT
Rumah Amir (Pagi)
Terlihat di sebuah lingkungan rumah yang begitu ramai,
tinggal seorang anak yang bernama Amir dia hidup bersama Ibunya yang bernama
Ibu Fatimah. Amir dikenal dengan anak yang nakal dan suka melanggar peraturan
di sekolah.
Amir
Bu bu..
Amir berangkat sekolah dulu ya bu
Bu Fatimah
Ohh iya
nak, hati-hati di jalan ya
Amir
Assalamu’alaikum
Bu Fatimah
Walaikum
salam nak
“VO Bu Fatimah”
Ya Allah berikanlah anakku pemahaman dalam belajarnya
mudahkanlah rezekinya dan jadikanlah dia anak yang bisa menjadi kebanggan buat
agamanya.
Cut to
3. EXT Dalam Kelas (Pagi)
Suasana kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, dan amir
mengerjakan soal yang di berikan Pak Rizal di papan tulis.
Pak Rizal
Ayo anak
anak keluarkan buku kalian kali ini kita akan belajar Matematika
Anak Kelas
Baik pak…
Waktu pulang pun tiba, seperti biasa Amir & Denta
pulang bareng karena rumah mereka berdektan satu sama lain hanya berbeda gang
saja.
Cut to
4. EXT Jalanan Rumah (Sore)
Saat Denta & Amir melewati jalan dekat rumahnya
ada 5 orang yang memanggil amir tidak lain mereka adalah teman lamanya amir
yang bernama Coki, Tama, Ayu, Manaf, Nadif. Mereka pun memanggil Amir,dan amir
pun menghampiri temannya.
Coki
Ehh mir
mau kemana lu?
Amir heran, siapa yang memanggilnya, dan bertanya kepada
Denta.
Amir
Siapa itu
ya??
Denta
Lah, engga
tauu. Temen lu kali?
Kemudian, Amir menghampirinya. Dan ternyata mereka adalah
teman lamanya.
Coki
Gimana temen
lu?
Amir
Udah, balik
sendiri dia.
Nadif
Ikut kita
yuk kebawah?
Amir
Mau kemana
si?
Coki
Udah ikut
aja, nanti juga tau.
Setelah itu, Amir pun pergi bersama mereka.
Cut to
6. INT
Tempat Tongkrongan (Sore)
Tibalah mereka di tempat mereka biasa nongkrong dulu.
Amir
Hmmm, jadi
sekarang lu pada nongkrong dimari?
Bukannya
sekolah lu pada.
Coki
Buat apa
sekolah? Udah ada presiden.
Tuh, dia aja
engga sekolah. Sukses.
Yaa makanya
gww bilang, nih cobain!!
Amir
Apaan nih?
Engga Ah!!
Amir pun menerima apa yang diberikan oleh Coki. dan tak lama
kemudian ia kehilangan kesadarannya dan tertidur sampai keesokan harinya.
7. INT
Rumah Amir (Pagi)
Ketika pagi hari, Amir pun pulang dengan keadaan setengah
sadar, ia mengetuk pintu.
Amir
Bu.. Buuu.
Bu (sambil mengetuk pintu dengan keras)
Bu Fatimah
Kamu dari
mana aja nak?? Ko baru pulang sih?
Amir
Ahh, minggir
ah!!!
(dengan nada membentak, memaksa masuk dan
mengabaikan ibunya)
Bu Fatimah
Hey, dari
mana itu?
(sambil
memiringkan badannya, memberikan jalan kepada anaknya untuk masuk kerumah)
Dia pun berangkat sekolah dalam keadaan setengah sadar.
Cut to
8. INT Kelas (Pagi)
Saat ujian sedang berlangsung amir
meminta izin kepada pengawas dengan alasan ingin pergi ke kamar mandi.
Amir
Pak izin
kekamar mandi.
Denta
Mau kemana
luh?
Amir
Bentar ke
belakang dulu gua
Sesampainya di kamar mandi amir kembali menggkonsumsi
Narkoba.
9. INT Kelas (Jam Istirahat )
Sesampainya di kelas, dia murung, cenderung pasif,
tingkat emosinya meningkat, lebih sering menyendiri dan tidak berbaur
dengan teman-temannya disekolah.
Anak Kelas
Ehh bro, lu
kenapa sii? Diem aja kerjaan lu?? Ada masalah apa lu??
Amir
Brisik banget lu ya!! Suka suka gw
dong!!!
(dengan nada
penuh emosi, amir mendorong temannya)
Denta
Mir.. Mirr,
Ngapa si lu?
Amir
Udah ah! Gw
lagi pengen sendiri!!
(pergi
meninggalkan Denta)
Denta
Ehh, mau
kemana lu?? Gua belum selesai ngomong!!!
Amir pun pergi meninggalkan denta di depan kelas
Cut to
10. Kamar Bu
Fatimah (Siang)
Disaat
ibunya sedang memasak, amir pun masuk ke dalam kamar
ibunya dan mencari uang di dalam lemari ibunya, dia pun berhasil menemukannya.
Tidak lama setelah uang di lemari berhasil amir ambil ibunya pun memergoki amir
yang sedang memegang uang dan perhiasan ibunya.
Bu
Fatimah
Nak.. apa
yang sedang kamu lakukan di lemari ibu???
Amir
Engga bu,
engga ada apa apa!
(Kaget, dan
bergegas mendorong ibunya ke kasur)
Ibu Fatimah pun terjatuh ke kasurnya, dan
amir pun pergi meninggalnya ibunya, amir pergi ke tempat tongkrongan untuk menemui
teman-temannya.
Crowded “Akibat perbuatan Amir, Bu Fatimah terkena
serangan jantung tiba-tiba”
Cut to
11. Rumah Sakit (Malam)
Setelah mendapat kabar dari Moudy
amir langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi ibunya.
Denta
Yaudah luh
sekarang telpon amir deh
Moudy
Iya ini gue
telpon dulu dah si amirnya
Moudy pun menelpon amir
Denta
Gimana Moudy
bisa ga di hubungi amirnya?
Amir pun tiba di rumah sakit, ternyata ibunda amir sudah
tidak bernapas lagi.
Denta
Luh kemana
aja, liat ibu luh tuh
Amir pun
langsung menghampiri ibunya dan menangisi kepergian ibunya.
Denta
Ibu ibu..
bangun jangan tinggalin amir
Amir pun bersedih karena telah kehilangan sosok yang
begitu berharga bagi hidupnya, amir pun berharapa andai saja waktu dapat di
ulang amir berjanji akan berusaha memperbaiki semua kesalahan-kesalahannya
kepada ibunya & orang-orang yang telah disakitinya.
Cut to
“TAMAT”

